Aku ga’ tau aku harus mulai darimana… Aku juga bingung, mau ngomong apa…
Aku cuma ngerasa, semakin hari kita semakin jauh…
Semakin hari kita semakin terlihat seperti dua sosok asing yang tak pernah saling mengenal...
Aku sama sekali ga’ nyangka pilihan dan keputusanku untuk ngomong sama kamu malam itu bakal bikin kamu sedingin ini sama aku..
Hmmm….
Aku tetep masih jadi saudara kamu kan?
Masih pula sebagai sahabat kamu?
Calon istri….kamu??(jujur…ada yang bergetar aneh didada waktu aku nulisin kata ini… bukan maksudnya lebai loch? )
Tapi…
Kenapa kini yang terjadi seolah aku hadir sebagai musuhmu??
Bencikah kamu sama aku?
Aku rasa kamu ngerti, apa maksudku ngomong ke kamu malem itu…
Semuanya untuk kebaikan kita berdua…
Aku masih cinta kamu..dan mungkin akan selalu begitu..
Tapi aku juga cinta padaNya (dan semoga lebih dari cintaku ke kamu)
Namun ketika kita telah disatukan olehNya, cinta itu akan berubah..
Sepenuhnya milikmu…..
Untuk sekarang, aku hanya bisa berusaha..
Berusaha menjaga hatiku..
Agar tetap mencintaimu tanpa pernah berpaling kelain hati..
Berusaha menjaga diriku..
Agar dapat memberikan yang terbaik untukmu nantinya..
Dan yang terpenting…
Berusaha menjaga hatimu..
Agar tetap setia menunggu..dan bersabar bersamaku…
Kamu boleh aja shalat istikharah sekarang..agar nantinya ga’ kecewa.
Dan aku akan menghargai hasilnya..apapun itu..
Karena aku tahu, pilihan yang diberikan allah untuk kita adalah yang terbaik…
Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan..
Tapi Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan..
Aku selalu saja meminta pada Allah..
jika kamu adalah jodohku, aku minta agar kita selalu didekatkan olehNya..
namun jika kamu bukanlah jodohku, aku rela melepasmu…
mungkin Allah menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang
yang terjadi sekarang bukanlah kerelaanku melepasmu untuk jadi milik orang lain,
tapi kerelaanku untuk bisa bersabar, menunggu, sampai saat yang ditentukan olehNya bagi kita untuk bisa merengkuh jalan kebahagiaan bersama..
kita harus bias mengerti…
bagaimana berterima kasih atas karunia itu….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar