Minggu, 04 November 2007

Globalisasi Media

The Duty of Sosiological Communication
"Anything, Anytime, Anywhere."
MEDIA GLOBALIZATION
Oleh : Nawang Fatma Putri
(penulis adalah mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi,
Universitas Muhammadyah Yogyakarta)

Ketika membuka buku Understanding The Media, Eoin Devereux : 31,
saya tertarik dengan salah satu tulisan yang bunyinya;
"The global telecommunication companies use an AAA paradigm: Anything, Anytime, Anywhere."(see Negro'ponte 1995:174)

Yup!! Apapun, Kapanpun, Dimanapun.
3 kata kunci tersebut sebenarnya sangat cocok untuk menggambarkan
situasi atas globalisasi media saat ini.
Perkembangan teknologi komunikasi telah memasuki era ke-4,
dari era yang pertama Era Komunikasi Tulisan,
dimana era ini mengatasi hambatan jarak dan memori yang terbatas;
era yang kedua: Era Komunikasi Cetak, mengatasi hambatan waktu dan jarak yang lebih flexibel dari tulisan;
era yang ketiga; Era Komunikasi Telekomunikasi
, mengatasi hambatan feedback antara sumber dan penerima;
dan yang keempat : Era Komunikasi Interaktif yang tidak hanya mengatasi hambatan waktu, tempat, jarak, dan feedback yang 2 arah.

Dalam era ini, komunikasi yang dipakai dapat menjadi
komunikasi 2 arah dengan adanya third messages,
serta respon yang berkesinambungan antara sumber dan penerima
Zaman global seperti saat ini memudahkan manusia untuk melakukan komunikasinya. Terlebih dengan adanya media global.
Tak ada lagi hambatan-hambatan klasik seperti jarak tempuh yang jauh, sehingga membutuhkan waktu yang lama, memori yang terbatas,
dan masalah-masalah klasik lainnya.
Tidak!! Media global, sebagai alat komunikasi dizaman global telah mengalami perubahan. Bahkan kini, dengan adanya perubahan tersebut,
tak ada lagi sekat antara ruang dan waktu.

Saat ini, kita sudah tidak memerlukan lagi waktu berhari-hari
untuk mengirim surat pada teman, baik dalam skala lokal,
maupun interlokal. Kita dapat menggunakan e-mail.
Banyak hal yang dapat kita lakukan dengan e-mail.
Chatting, bertukar friendster, atau, seperti yang sekarang sedang anda lakukan ; menikmati tulisan yang sudah diposting ke blog.
Kita juga bisa mendengarkan musik dari sebuah benda kecil bernama i-pod.
Tak perlu repot-repot lagi membawa radio, vcd, atau music player lainnya yang berukuran besar. Kita bisa menggunakan media kapanpun dan dimanapun kita mau,
bahkan sambil melakukan beberapa hal sekaligus; masak, belajar, berkendara,
atau bahkan sambil jogging! Alangkah mudah dan praktis, bukan?
Tak hanya itu, lewat media global, kita dapat mengkonsumsi pesan kapanpun kita mau, tidak perlu tergantung dengan si pemberi pesan.(asynchronus).
exp: kita dapat menonton tayangan ulang sinetron yang tak sempat kita tonton sebelumnya melalui internet.
Namun tunggu dulu!!! Media global tak hanya membuat kita comfort to use it,
tetapi juga secara tidak langsung memisahkan kita dari tatanan budaya
yang terkadang tidak kita sadari.
Kecanggihan teknologi media global membentuk manusia jadi lebih
malas karena semua sudah tersedia secara instan, belum lagi, adanya ketergantungan/addicted akan penggunaan media.
Contohnya saja Hand Phone (Hp). Seberapa banyakkah 'manusia zaman sekarang'
yang bisa bepergian dengan nyaman saat Hp, sebagai alat komunikasinya,
tertinggal disuatu tempat?? Tak banyak, saya kira!
Selain itu, bayangkan saja, sekarang, melalui program bernama internet,
manusia jadi lebih terlihat individualis. Dan kita bisa melihat contoh lainnya disekitar kita.
Penggunaan media global memang mebuat hidup kita lebih praktis.
Namun, jika digunakankan secara berlebihan dan tak tepat penggunaannya,
hidup kita bisa dikendalikan dengan yang namanya teknologi!!
Padahal, seperti yang kita ketahui, teknologi sendiri diciptakan oleh manusia,
dan sudah sepantasnyalah manusia yang menguasai dan mengendalikan teknologi,
bukan sebaliknya!! Namun, terlepas dari sisi mana kita memandangnya;
positif, atau negatifnya sebuah media global,
anomasi globalisasi merupakan perspektif dimana kita dapat
memandang dari satu sisi betapa dunia ini tampak kecil
dan seperti semakin menjadi satu,
dimana hal itulah yang kita kenal sebagai Global Village.(*)

Yogyakarta, 4 November 2007-11-04
(2006 053 0066)

Tidak ada komentar: